Jumat, 10 November 2017

Pejuang Yogyakarta

#1

Hai!

Kalian pasti berfikir kalo semua orang punya impian. Gak ada satupun manusia hidup yang gak pernah bermimpi. Mereka semua bermimpi, entah mimpi kurang bagus atau bahagia(?) Tapi, ada juga manusia hidup yang tak pernah bermimpi. Manusia hidup yang kumaksud adalah manusia pengecut. 

Kenapa? karena mereka terlalu takut untuk bermimpi. Mereka takut untuk jatuh dan luka. 

Aku gak bisa ngebayangin mereka hidup tanpa ada mimpi. Apa mereka bisa menikmati hidup? Asal kalian tau saja, tanpa mimpi kita gak akan pernah tau rasanya berjuang, gagal, dan bangkit. Mimpi yang bikin kita kuat buat ngelawan rasa sakit di dunia sementara ini. Lalu tanpa mimpi, apa mereka bisa bertahan? Aku rasa mereka akan kalah. Tapi di sini aku gak akan ngebahas mereka yang tak bermimpi. Aku akan membahas tentangku. Tentang seorang gadis SMA biasa yang bermimpi masuk UGM di Yogyakarta.

Aku saat ini sedang dalam masa perang. Bukan perang kemerdekaan melainkan perang SBMPTN. Walaupun SBMPTN masih lama, tapi aku harus mempersiapkan sejak awal. Kalau tidak dari sekarang maka aku akan kalah dengan mereka yang membawa senjata (bimbel).

Aku ini anak yang tak berprestasi tapi berani mimpi masuk UGM. Aku ini anak yang tak pernah masuk 10 besar tapi berani milih Jurusan Komunikasi UGM. Aku ini anak IPA yang tak rajin tapi berani lintas minat ngelawan anak IPS. Ya, aku ini cuma anak SMA biasa yang berani bermimpi.

Aku gak takut harus ngelawan anak IPS yang udah belajar selama 3 tahun. Sedangkan aku hanya belajar selama itungan bulan. Aku optimis optimis saja tuh, meskipun banyak yang senyum gak yakin kalo aku bakal bisa masuk di Universitas Yogyakarta itu. Karena apa? karena ada orang tua di rumah yang siap untuk dibahagiakan. Benar, ini semua untuk orang tuaku.


Aku mungkin gak akan pernah bisa berjuang selama ini jika tanpa mereka. Orang tua-ku yang bikin aku ngotot buat masuk UGM. Bapak Ibuku yang bikin aku gak pernah nyerah buat masuk jurusan Ilmu Komunikasi. Aku bakal terus usaha sampai aku bisa ngeraih itu semua. Amin.

Kenapa aku milih jurusan Ilmu Komunikasi dari sekian jurusan? Simple, jawabannya cuma satu kata. INDONESIA, yups! Mungkin bagi kalian ini terdengar sok banget, tapi aku pengen mengabdi buat Indonesia. Setidaknya kalo aku gak bisa menyumbangkan nama atau mendapatkan medali, aku bisa mencerdaskan anak anak bangsa dengan tayangan yang mendidik. Dimana mereka akan menjadi penerus bangsa yang lebih baik dari generasiku sekarang, generasi KIDS JAMAN NOW. 

Lalu kenapa UGM? Karena UGM adalah kampus impianku sejak kecil. Aku senang bagaimana mereka yang di sana berdiri dengan percaya diri menggunakan almameter kebanggaannya. Bagiku itu adalah pemandanagn indah di Yogyakarta.

@masukugm

Yogyakarta adalah daerah istimewa. Daerah dimana masyarakatnya ramah dan menyenagkan. Aku senang berada di sana. Apalagi dengan Malioboro, rasanya gak pengen pulang lagi ke rumah. Hehehe.😀

Terlepas dari itu semua, aku juga punya rasa cemas. Bagaimana kalo aku gak bisa masuk UGM? gimana kalo aku gagal? Gimana kalo mimpiku cuma sekedar mimpi? Rasanya aku gak akan kuat. Tapi balik lagi, kalo aku udah bermimpi, berarti aku juga harus berani mengambil resiko gagal. Oke, kalo gagal yang tinggal ulang lagi tahun depan kan? Tuhan pasti selalu menyiapkan cara 
lain bagi hambanya yang mau berusaha💛💙
Yuk yang mau masuk Universitas favorit jangan pernah minder sama kemampuan diri sendiri. Kita bisa kok kalo mau usaha. Tetap semangat belajar dan berdoa.💚



Salam manis dari Pejuang Yogyakarta💛

 

My Journey Template by Ipietoon Cute Blog Design